Selasa, 26 April 2011

Program Surveilans Puskesmas

Pengertian
Istilah Surveillance sebenarnya berasal dari bahasa perancis yang berarti mengamati tentang sesuatu, Istilah ini awalnya dipakai dalam bidang penyelidikan/intelligent untuk memata-matai orang yang dicurugai, yang dapat membahayakan. Menurut The Centers for Disease Control (CDC) Surveilans kesehatan masyarakat adalah “The on-going systematic Collection, analysis and interpretation of Health data essential to the planning, implementation, and evaluation of public health practice, closely integrated with the timely dissemination of these data to those who need to know. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control.

Surveilans merupakan salah satu kegiatan di bidang kesehatan  yang memberikan informasi awal mengenai kejadian suatu penyakit. Surveilan bisa diibaratkan ujung tombak, mata-mata ataupun spion untuk mengamati suatu fenomena. Dimana fenomena ini merupakan titian garis merah yang akan membuka suatu  misteri kejadian untuk menentukan tindak lanjut yang akan diambil untuk memecahkan suatu permasalahan.  Berikut ini merupakan beberapa pengertian dari suveilans :

Menurut WHO dalam www.surveilan.org, surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan. Oleh karena itu perlu di kembangkan suatu definisi surveilans epidemiologi yang lebih mengedepankan analisis atau kajian epidemiologi serta pemanfaatan informasi epidemiologi, tanpa melupakan pentingnya kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.

Sedangkan menurut Last (2001), surveilan epemiologi adalah : Pengumpulan, pengolahan, analisis data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, serta diseminasi informasi tepat waktu kepada pihak-pihak yang perlu mengetahui sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
Dalam sistem ini yang dimaksud dengan surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang  mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan. (www.surveilan.org)

Sistem surveilans epidemiologi merupakan tatanan prosedur penyelenggaraan surveilans epidemiologi yang terintegrasi antara unit-unit penyelenggara surveilans dengan laboratorium, sumber-sumber data, pusat penelitian, pusat kajian dan penyelenggara program kesehatan, meliputi tata hubungan surveilans epidemiologi antar wilayah kabupaten/kota, Propinsi dan Pusat.

Masalah kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, oleh karena itu secara operasional masalah-masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri, diperlukan tatalaksana terintegrasi dan komprehensif dengan kerjasama yang harmonis antar sektor dan antar program, sehingga perlu dikembangkan subsistem surveilans epidemiologi kesehatan yang terdiri dari Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular, Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Surveilans Epidemiologi Masalah Kesehatan, dan Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra. 

Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan faktor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes)  No. 1479 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Terpadu, Jenis penyakit yang termasuk didalam Surveilans Terpadu Penyakit di Puskesmas meliputi kolera, diare, diare berdarah, tifus perut klinis, TBC paru BTA (+), tersangka TBC paru, kusta PB, kusta MB,campak, difteri, batuk rejan, tetanus, AFP, hepatitis klinis, malaria klinis, malaria vivax, malaria falsifarum, malaria mix, demam berdarah dengue, demam dengue, pneumonia, sifilis, gonorrhoe, frambusia, filariasis, dan influenza.

Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular dan faktor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit tidak menular. Surveilans epidemiologi penyakit tidak menular antara lain :

Surveilans Epidemiologi Kesehatan Lingkungan dan Perilaku.  
Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit dan faktor resiko untuk mendukung program penyehatan lingkungan. Surveilans epidemiologi kesehatan lingkungan dan perilaku, meliputi:
  • Sarana air bersih
  • Tempat-tempat umum (TTU)
  • Pemukiman dan lingkungan   perumahan
  • Limbah industri, rumah sakit
  • Vektor penyakit
  • Kesehatan dan keselamatan kerja
  • Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain, termasuk infeksi nasokomial
  • Perilaku merokok
  • Pola makan diet
  • Aktivitas fisik

    Surveilans Epidemiologi Masalah Kesehatan.  
    Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor resiko untuk mendukung program-program kesehatan tertentu. Surveilan epidemiologi  masalah kesehatan, meliputi:

    Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra.  
    Merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor resiko untuk upaya mendukung program kesehatan matra. Survelans epidemiologi masalah matra, meliputi:

    Manfaat Surveilans Puskesmas
    Adapun manfaat Surveilans Epidemiologi  adalah:
    • Deteksi Perubahan akut dari penyakit yang terjadi dan distribusinya
    • Identifikasi dan perhitungan trend dan pola penyakit
    • Identifikasi kelompok risiko tinggi menurut waktu, orang dan tempat
    • Identifikasi factor risiko dan penyebab lainnya
    • Deteksi perubahan pelayanan kesehatan yang terjadi
    • Dapat memonitoring kecenderungan penyakit endemis
    • Mempelajari riwayat alamiah penyakit dan epidemiologinya
    • Memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi kebutuhan pelayanan kesehatan dimasa datang
    • Membantu menetapkan masalah kesehatan prioritas dan prioritas sasaran program pada tahap perencanaan

    Kegiatan Pokok Surveilans Puskesmas
    • Pengumpulan data
    • Tabulasi dan analisis data
    • Penyebarluasan hasil dan informasi

    Sumber data Surveilans Puskesmas
    1. Laporan (catatan/registrasi) 
      • Kematian
      • Kesakitan
      • Laboratorium
      • Kejadian Luar Biasa/Wabah
      • Kasus individu
      • Laporan penelitian (eksperimen atau observasi) 
    2. Survei khusus terhadap penyakit tertentu atau screening
    3. Laporan vector binatang (reservoir)
    4. Data lingkungan (sanitasi, geografi termasuk curah hujan, ketinggian, dll)
    5. Data penduduk (termasuk social budaya, komposisi umur, dll)

    Peran dan Mekanisme Kerja Surveilans Terpadu Penyakit (STP) di Puskesmas
    • Pengumpulan dan Pengolahan Data. Unit surveilans Puskesmas mengumpulkan dan mengolah data STP Puskesmas harian bersumber dari register rawat jalan & register rawat inap di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, tidak termasuk data dari unit pelayanan bukan puskesmas dan kader kesehatan. Pengumpulan dan pengolahan data tersebut dimanfaatkan untuk bahan analisis dan rekomendasi tindak lanjut serta distribusi data.
    • Analisis serta Rekomendasi Tindak Lanjut. Unit surveilans Puskesmas melaksanakan analisis bulanan terhadap penyakit potensial KLB di daerahnya dalam bentuk tabel menurut desa/kelurahan dan grafik kecenderungan penyakit mingguan, kemudian menginformasikan hasilnya kepada Kepala Puskesmas, sebagai pelaksanaan pemantauan wilayah setempat (PWS) atau sistem kewaspadaan dini penyakit potensial KLB di Puskesmas. Apabila ditemukan adanya kecenderungan peningkatan jumlah penderita penyakit potensial KLB tertentu, maka Puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi dan menginformasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Unit surveilans Puskesmas melaksanakan analisis tahunan perkembangan penyakit dan menghubungkannya dengan faktor risiko, perubahan lingkungan, serta perencanaan dan keberhasilan program. Puskesmas memanfaatkan hasilnya sebagai bahan profil tahunan, bahan perencanaan Puskesmas, informasi program dan sektor terkait serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 
    • Umpan Balik. Unit surveilans Puskesmas mengirim umpan balik bulanan absensi laporan dan permintaan perbaikan data ke Puskesmas Pembantu di daerah kerjanya
    • Laporan. Setiap minggu, Puskesmas mengirim data PWS penyakit potensial KLB ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagaimana formulir PWS KLB. Setiap bulan, Puskesmas mengirim data STP Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan jenis penyakit dan variabelnya sebagaimana formulir STP.PUS. Pada data PWS penyakit potensial KLB dan data STP Puskesmas ini tidak termasuk data unit pelayanan kesehatan bukan puskesmas dan data kader kesehatan. Setiap minggu, Unit Pelayanan bukan Puskesmas mengirim data PWS penyakit potensial KLB ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
    Penutup
    Inti kegiatan surveilans pada Akhirnya adalah bagaimana data yang sudah dikumpulkan, dianalisis, dan dilaporkan ke stakeholder atau pemegang kebijakan untuk ditindaklanjuti dalam pembuatan program intervensi yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia.

    Rabu, 20 April 2011

    Gambaran Umum Kecamatan Kebumen

    Keadan Geografi
    Kecamatan Kebumen termasuk dalam wilayah Kabupaten Kebumen yang terletak di Ibukota Kabupaten Kebumen , mempunyai luas 4.206.500 Ha atau 42.065 Km2 terletak pada posisi garis lintang 70 270 – 70 500 LS dan 1090 1100 BT dengan batas batas wilayah sebagai berikut :

    • Sebelah Barat : Kecamatan Pejagoan, Klirong
    • Sebelah Utara : Kecamatan Alian
    • Sebelah Selatan : Kecamatan Buluspesanten, Klirong
    • SebelahTimur : Kecamatan Kutowinangun,Poncowarno

    Kecamatan Kebumen terdiri dari 24 desa dan 5 kelurahan. Adapun kelurahan yang ada di Kecamatan Kebumen yaitu Kelurahan Selang, Kelurahan Tamanwinangun, Kelurahan Panjer, Kelurahan Kebumen dan Kelurahan Bumirejo. Pada tahun 2009 jumlah rukun warga (RW) sebanyak 138 RW dan dibagi menjadi 587 Rukun tetangga (RT). Desa/Kelurahan yang mempunyai RW paling banyak adalah Kelurahan Panjer dengan 12 RW dan Kelurahan TamanWinangun dengan 10 RW. Desa/Kelurahan yang mempunyai RT paling banyak adalah Kelurahan Tamanwinangun yaitu sebanyak 48 RT, Kelurahan Panjer sebanyak 46 RT, Kelurahan Kebumen sebanyak 44 RT dan Kelurahan Bumirejo sebanyak 42 RT. Sedangkan desa yang paling sedikit membawahi RT adalah Desa Kembaran yaitu sebanyak 7 RT.

    Walaupun Kecamatan Kebumen merupakan letak Ibukota Kabupaten Kebumen, namun tidak semua desa di Kecamatan Kebumen sudah merupakan daerah perkotaan. Ada beberapa desa yang masih termasuk pedesaan, yaitu Desa Mengkowo, Desa Gesikan, Desa Kalibagor, Desa Argopeni, Desa Roworejo, Desa Tanahsari, Desa Bandung, Desa Kalijirek, Desa Candiwulan dan Desa Jemur. Desa-desa tersebut merupakan desa di wilayah Kecamatan Kebumen yang terletak di daerah pedesaan.

    Dilihat dari luas wilayah, desa di Kecamatan Kebumen yang memiliki luas paling besar adalah Desa Tanahsari dengan luas 278 Ha, Desa Jemur dengan luas 231 Ha dan Desa Gesikan dengan luas 203 Ha, sedangkan desa yang mempunyai luas paling kecil adalah Desa Kembaran dengan luas 58 Ha, Desa Kawedusan dengan luas 68,60 Ha dan Desa Kutosari dengan luas 81 Ha.

    Kependudukan
    Jumlah penduduk Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 berdasarkan hasil proyeksi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen sebanyak 123.548 jiwa, dengan rincian 61.988 laki-laki dan 61.560 perempuan. Dibandingkan dengan Penduduk kecamatan yang lain, penduduk Kecamatan Kebumen merupakan yang paling banyak, dimana total penduduk Kabupaten Kebumen pada tahun 2010 adalah 1.250.856 jiwa, sehingga persentase penduduk Kecamatan Kebumen terhadap total penduduk Kabupaten Kebumen adalah 9,87%.

    Dengan melihat jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Kebumen, maka sex ratio untuk Kecamatan Kebumen sebesar 101, hal ini menunjukkan jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Penduduk Kecamatan Kebumen yang paling banyak berada di Kelurahan Panjer dengan jumlah penduduk sebesar 9.926 jiwa, Kelurahan Tamanwinangun dengan jumlah penduduk sebesar 9.187 jiwa, Kelurahan Bumirejo dengan jumlah penduduk sebesar 8.643 jiwa dan Kelurahan Kebumen dengan jumlah penduduk sebesar 8.556 jiwa.

    Sedangkan desa yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah Desa Kembaran dengan jumlah penduduk sebanyak 1.525 jiwa. Dilihat dari kelompok umur, penduduk yang berusia dibawah 15 tahun sebesar 40,57% atau 50.119 jiwa dan jumlah penduduk yang berusia 65 tahun keatas berjumlah 23.815 jiwa atau sebesar 19,28% sedangkan penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 65 tahun sebesar 40,15% atau berjumlah 49.614 jiwa.

    Keadaan Sosial Ekonomi
    Sebagai ibukota Kabupaten Kebumen, dari segi perekonomian, Kecamatan Kebumen merupakan kecamatan yang potensial, hal ini dapat dilihat dari jumlah toko-toko atau bangunan pertokoan maupun jumlah pasar. Pada tahun 2009 jumlah kelompok pertokoan di kecamatan Kebumen sebanyak 8 kelompok pertokoan, sedangkan jumlah bangunan pasar sebanyak 6 pasar.

    Jumlah Hotel atau penginapan di Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 sebanyak 10 hotel, dengan demikian fasilitas penginapan telah tersedia di Kecamatan Kebumen. Sedangkan jumlah rumah makan atau restoran di Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 sebanyak 15 rumah makan.

    Di sektor perbankan, jumlah bank umum di Kecamatan Kebumen sebanyak 9 bank, dengan demikian fasilitas perbankan di Kecamatan Kebumen dapat dikatakan telah terpenuhi, sehingga dapat memudahkan masyarakat yang hendak bertransaksi, baik menabung, meminjam, mentransfer dan lain-lain.

    Sektor pertanian di Kecamatan Kebumen masih merupakan tulang punggung perekonomian, hal ini disebabkan sebagian besar penduduk Kecamatan Kebumen merupakan petani, baik petani yang mempunyai sawah atau ladang sendiri maupun petani yang hanya menjadi penggarap sawah atau ladang milik orang lain.

    Pada tahun 2009 produksi padi untuk musim tanam I sebanyak 16.882,16 ton, dengan luas panen 2.310 Ha, sedangkan untuk musim tanam II produksi padi sebanyak 16.733,23 ton dengan luas panen 2302 Ha. Untuk bidang pertanian tanaman pangan, ditahun-tahun yang akan datang diharapkan produksi padi dapat ditingkatkan lagi sehingga kebutuhan akan padi/beras dapat terjamin dan tidak akan terjadi kekurangan beras.



    Selasa, 19 April 2011

    PENGUMUMAN

    • Berdasarkan surat Kepala Cabang PT ASKES No. 15/1120/04.1 Tanggal 08 April 2011, pelayanan kesehatan (Konsultasi medis, pengobatan, pemberian surat rujukan dll) bagi Peserta ASKES dilayani oleh DOKTER KELUARGA sesuai domisili peserta dan keluarga yang ditetapkan oleh PT ASKES.
    • Mulai BULAN APRIL 2011, Pelayanan peserta ASKES di PUSKESMAS diberlakukan sama dengan pasien lain, dengan kewajiban membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
    • Informasi lebih lanjut, dipersilakan untuk menghubungi PT ASKES.
    • Terimakasih atas kerjasamanya selama ini.

    Senin, 11 April 2011

    Revitalisasi Posyandu

    Tujuan Umum.
    Meningkatkannya fungsi dan kinerja Posyandu agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan,dan agar status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan.

    Tujuan Khusus.
    1. Meningkatkan kualitas kemampuan dan ketrampilan kader Posyandu.
    2. Meningkatkan pengelolaan dalam pelayanan Posyandu.
    3. Meningkatkan pemenuhan kelengkapan sarana, alat, dan obat di Posyandu.
    4. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat untuk kesinambungan kegiatan Posyandu.
    5. Meningkatkan fungsi pendampingan dan kualitas pembinaan Posyandu.
    Sasaran.
    Sasaran kegiatan Revitalisasi Posyandu ini pada dasarnya meliputi seluruh Posyandu dengan prioritas utama pada Posyandu Pratama dan Madya sesuai dengan kebutuhan.


    Strategi 
    Strategi yang perlu ditempuh dalam rangka mencapai tujuan Revitalisasi Posyandu, adalah :
    • Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan teknis, serta dedikasi kader di Posyandu.
    • Memperlua system Posyandu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan di hari buka dan kunjungan rumah.
    • Menciptakan iklim kondusif untuk pelayanan dengan pemenuhan sarana dan prasarana kerja Posyandu.
    • Meningkatkan peran serta masyarakat dan kemitraan dalam penyelenggaran dan pembiayaan kegiatan Posyandu.
    • Menyediakan system pilihan jenis dalam pelayanan (paket minimal dan tambahan) sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.
    • Menggunakan azas kecukupan dan urgensi dalam penetapan sasaran pelayanan dengan perhatian khusus pada Baduta untuk mencapai cakupan keseluruhan.
    • Memperkuat dukungan pembinaan dan pendampingan tehnis dari tenaga professional dan tokoh masyarakat, termasuk unsure LSM.
      Komponen Kegiatan
      1. Pelatihan Pelatih dan Pelatihan Kader.
      2. Meningkatkan jangkauan pelayanan melalui kegiatan pelayanan pada hari buka Posyandu dan kunjungan rumah.
      3. Meningkatkan peran serta masyarakat dan membangun Kemitraan
      4. Pelayanan Menggunakan Sistem Kafetaria (Pilihan Jenis Layanan)
      5. Memberikan Perhatian Khusus Pada Kelompok sasaran Berdasar Azas Kecukupan (terutama pada Baduta).
      6. Memperkuat Dukungan Pendampingan Dan Pembinaan Oleh Tenaga Profesional dan Tokoh Masyarakat.

    Indikator Kemajuan Revitalisasi Posyandu

    Kemajuan kegiatan Revitalisasi Posyandu dapat diukur dari aspek input/asupan, proses, luaran (output), dan dampak (out come) sebagai berikut :

    A. Indikator Input :
    • Jumlah Posyandu yang telah lengkap sarana dan obat-obatnya.
    • Jumlah kader yang telah dilatih dan aktif bekerja.
    • Jumlah kader yang mendapat akses untuk meningkatkan ekonominya.
    • Adanya dukungan pembiayaan dari masyarakat setempat, pemerintah dan lembaga donor untuk kegiatan Posyandu.
    B. Indikator Proses :
    • Meningkatnya frekuensi pelatihan kader Posyandu.
    • Meningkatnya frekuensi pendampingan dan pembinaan Posyandu.
    • Meningkatnya jenis pelayanan yang dapat diberikan.
    • Meningkatnya partisipasi masyarakat untuk Posyandu.
    • Menguatnya kapasitas pemantauan pertumbuhan anak.

    C. Indikator Luaran :
    • Meningkatkan cakupan bayi dan balita yang dilayani.
    • Pencapaian cakupan seluruh balita.
    • Meningkatnya cakupan ibu hamil dan ibu menyusui yang dilayani.
    • Meningkatnya cakupan kasus yang dipantau dalam kunjungan rumah.

    D. Indikator dampak (Outcome) :

    • Meningkatnya status gizi balita.
    • Berkurangnya jumlah anak yang berat badannya tidak cukup naik.
    • Berkurangnya prevalensi penyakit anak (cacingan , diare, ISPA).
    • Berkurangnya prevalensi anemia ibu hamil dan ibu menyusui.
    • Mantapnya pola pemeliharaan anak secara baik di tingkat keluarga.
    • Mantapnya kesinambungan Posyandu.


      Download 10 Software Gratis yang penting untuk Puskesmas

      1. Adobe Reader : Software Adobe reader berfungsi untuk membuka dan membaca file-file e-book berformat PDF. Buku/jurnal tentang kesehatan yang diunduh dari internet biasanya disimpan dalam bentuk PDF, jadi komputer Puskesmas perlu menginstall software ini untuk bisa membuka/membacanya.
      2. AVG Antivirus Free : Kurang lebih 50 juta orang di dunia telah menggunakan anti virus ini. Artinya, kualitas software ini sudah tidak diragukan lagi. Karena gratis dan memuaskan, Puskesmas Cibadak sudah sejak lama menggunakan antivirus ini.
      3. YouTube Downloader : Video-video tentang kesehatan dapat dilihat secara gratis di situs video terpopuler di dunia You Tube. Bila anda ingin menyimpannya untuk keperluan penyuluhan, kita dapat mendownload video-video tersebut dengan menggunakan software ini.
      4. Download Accelerator Plus : Kurang lebih 150 juta orang di dunia menggunakan software ini. Dengan software ini kecepatan download dapat meningkat sampai 400 % ! Partner yang cocok untuk YouTube Downloader.
      5. Google Earth : Software canggih milik raksasa internet Google. Anda dapat menjelajah lokasi-lokasi Puskesmas dan Rumah Sakit se-Indonesia (juga sedunia) dengan menggunakan aplikasi ini
      6. CD Burner XP : Materi pelatihan/penyuluhan ada baiknya disimpan dalam bentuk CD/DVD sebagai arsip atau mungkin dibagikan kepada seluruh peserta diklat. Software ini mampu mem-burning secara cepat dan dilengkapi berbagai fitur menarik.
      7. Map Maker : Aplikasi yang membantu anda untuk membuat peta wilayah kerja Puskesmas dengan mudah.
      8. Sistem Informasi Dokter Praktek v1.2 : Aplikasi ini menyediakan fasilitas dasar perekaman data medis. Data pasien dan sejarah kunjungan dapat dikelola dengan baik. Tersedia pula fasilitas untuk mencetak laporan harian, bulanan, dan data rekam medis pasien.
      9. Pregnancy Countdown 6.0 : Aplikasi ini dapat melakukan hitung mundur dari mulai saat hamil sampai ke proses kelahiran, juga memberikan informasi tahap-tahap kehamilan dalam hitungan minggu
      10. Perhitungan Masa Subur-Hamil : Aplikasi ini memberikan perhitungan yang cukup akurat untuk menentukan masa subur, sehingga dapat berguna untuk wanita yang ingin merencanakan kehamilan

      Selasa, 05 April 2011

      Puskesmas Kebumen 3 menerima penempatan Dokter Gigi, Epidemiolog dan Perawat

      Pada tanggal 5 April 2011, Puskesmas Kebumen 3 menerima penempatan 4 orang CPNS Tenaga Kesehatan. Keempat orang tenaga kesehatan tersebut meliputi: 1 orang tenaga Dokter Gigi (drg. Nurul Udi Astuti), 1 orang Sarjana Kesehatan Masyarakat (Epidemiolog) (Rudi Setyawati, SKM) dan 2 orang tenaga Perawat Kesehatan (Margi Yuwono, AMK dan Hayriyah Safari, A.Md.Kep). Penempatan tenaga tersebut terkait penyerahan SK CPNS pada sejumlah CPNS yang dilakukan oleh Pemkab Kebumen (05-04-2011).

      Selanjutnya 4 CPNS Tenaga Kesehatan rencananya akan segera menempati pos pekerjaan sesuai kompetensinya, setelah selesai mengikuti orientasi tugas pokok yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kab. Kebumen.

      Senin, 04 April 2011

      Dukuh Watubarut Desa Gemeksekti

      Watubarut adalah nama sebuah perdukuhan di Desa/Kelurahan Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dukuh watubarut terletak pada sebelah utara kota kebumen tepatnya pada jalan Cincin Kota atau lebih dikenal dengan jalan "Cinta".
      Terletak kurang lebih 3 Km dari pusat kota kebumen. Warga dukuh watubarut terdiri dari 5 Rukun Tangga. Mulai dari sisi sebelah selatan masuk dari arah kota kalian bisa melihat persawahan yang luas nan hijau asri sebelum memasuki dukuh watubarut.
      Batas sebelah selatan adalah Desa Bumirejo, sebelah Timur Desa Karangsari, sebelah Utara Desa Jemur Clowok dan sebelah barat Perumahan Prajamukti.
      Pada tahun sekitar 70'an watubarut sangat terkenal dengan kain Batiknya. Dulu hampir tiap orang bisa membuat kerajinan Batik. Namun saat sekarang ini sudah berkurang bahkan mencari orang yang bisa membuat kerajinan batik sekarang susah. Banyak masyarakat watubarut saat sekarang ini yang merantau ke luar daerah. Namun ada juga yang tetep tinggal dan mencari penghasilan di daerah sendiri.
      Demikian selayang pandang yang dapat kami uraikan dan mohon maaf karena baru bisa menulis sekelumit mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua serta menambah informasi mengenai daerah khususnya pedesaan dan perdukuhan diwilayah kabupaten Kebumen.

      Sumber: Tulisan Sularso, Watubarut, Gemeksekti

      Selamat Datang di Kelas Ibu Hamil

      Tentang Kami

      Jl Mangkusari No.4 Kutosari, Kec. Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah, INDONESIA

      Pengikut