Selasa, 08 Maret 2011

Pesan 2 PUGS: Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi

      SETIAP orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung energi, agar dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolah raga, berekreasi, kegiatan sosial, dan kegiatan yang lain. Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak. Kecukupan masukan energi bagi seseorang ditandai oleh berat badan yang normal.

      Cara mengetahui berat badan normal, seseorang dapat menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk anak balita, anak usia sekolah, dan kelompok usia lanjut. Bagi orang dewasa di luar golongan tersebut di atas, digunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).



      Konsumsi energi yang melebihi kecukupan dapat mengakibatkan kenaikan berat badan. Energi yang berlebih disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh berbentuk lemak atau jaringan lain.Apabila keadaan ini berlanjut akan menyebabkan kegemukan, yang biasanya disertai berbagai gangguan kesehatan. Antara lain tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit kencing manis dll.Tetapi apabila konsumsi energi kurang, maka cadangan energi dalam tubuh yang berada dalam jaringan otot/lemak akan digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila hal ini berlanjut, maka dapat menurunkan daya kerja , prestasi belajar dan kreativitas. Kemudian diikuti oleh menurunnya produktivitas kerja, merosotnya prestasi belajar dan prestasi olah raga.

      Konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah kecukupan energi atau sekitar 3-4 sendok makan setiap hari. Konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan konsumsi energi yang berlebih dan disimpan dalam jaringan tubuh/lemak. Apabila hal ini berlangsung lama dapat mengakibatkan kegemukan. Kekurangan energi yang berlangsung lama pada seseorang akan mengakibatkan penurunan berat badan dan kekurangan zat gizi lain. Penurunan berat badan yang berlanjut akan menyebabkan keadaan gizi kurang. Keadaan gizi kurang akan membawa akibat terhambatnya proses tumbuh kembang pada anak. Dampaknya pada saat ia mencapai usia dewasa, tinggi badannya tidak mencapai ukuran normal dan kurang tangguh. Selain itu, ia mudah terkena penyakit infeksi. Apabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat kompleks melebihi 60%, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineral sulit dipenuhi. Contoh : Seorang yang telanjur kenyang makan ubi rebus, tak berusaha lagi mengonsumsi lauk pauk, sayur dan buah. Kecukupan gizi yang dianjurkan rata-rata per orang perhari dapat dilihat pada tabel .

CONTOH MENU SEHARI
Energi 2150 kilokalori

Contoh 1:                                                      

Pagi:
Nasi : 1 gls nasi
Sambel goreng kering daging : 1 ptg sedang
Setup buncis + wortel : 1/2 gelas
The manis : 1 gls
(gula 1 sdm)

Siang:
Nasi : 1 gls nasi
Ikan goreng : 1 ptg sedang
Sambel goreng tahu : 1 ptg sedang
Sayur asam : 3/4 gls
Pepaya : 1 ptg sedang

Sore:
Nasi : 1 gls nasi
Telur bumbu rujak : 1 btr sedang
Tempe goreng : 1 ptg sedang
Sup sayuran : 3/4 gls
Pisang : 1 bh sedang

Selingan pukul 16.00
Bubur kacang hijau : 1 mangkok

Contoh 2:

Pagi:
Roti : 2 prg nasi
Telur mata sapi : 1 btr sedang
Setup buncis + wortel : 1/2 gelas
Teh manis : 1 gelas
(gula 1 sdm)

Siang:
Nasi : 1 gls nasi
Pepes Ikan : 1 ptg sedang
Sambel goreng tahu : 1 ptg sedang
Sayur asam : 3/4 gls
Pepaya : 1 ptg sedang

Sore:
Nasi : 1 gls nasi
Daging bumbu bali : 1 ptg sedang
Tempe goreng : 1 ptg sedang
Sup sayuran : 3/4 gls
Pisang : 1 bh sedang

Selingan pukul 16.00
Kolak pisang : 1 mangkok

Senin, 07 Maret 2011

Pesan 1 PUGS: Makanlah Makanan yang Beraneka Ragam


     Tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat.

      Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
       
      Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

      Keanekaragaman makanan dalam hidangan sehari - hari yang dikonsumsi, minimal harus berasal dari satu jenis makanan sumber zat tenaga, satu jenis makanan sumber zat pembangun dan satu jenis makanan sumber zat pengatur. Ini adalah penerapan prinsip penganekaraman yang minimal. Yang ideal adalah jika setiap kali makan siang dan makan malam, hidangan tersebut terdiri dari 4 kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah). Dengan makanan yang seimbang dan serat yang cukup (25 – 35 gram/hari) dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif seperti misalnya, jantung koroner, darah tinggi, diabetes melitus, dan sebagainya Sebagai contoh pada masyarakat yang makanan pokoknya: sagu, ubi atau singkong. Mereka harus mengkonsumsi lebih banyak makanan sumber zat pembangun ketimbang masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi beras atau jagung. Sebab sagu, ubi dan singkong merupakan bahan makanan sumber zat tenaga, tetapi tidak mengandung zat pembangun. Contoh lain pada masyarakat “vegetarian”, yang tidak mengkonsumsi makanan berasal dari hewan. Berarti mereka menghindari bahan makanan sumber zat pembangun asal hewani. Oleh karena itu, untuk menerapkan prinsip aneka ragam makanan, mereka harus lebih banyak mengkonsumsi makanan sumber zat pembangun asal nabati. Misalnya, kacang-kacangan. Hal ini mengingat, nilai cerna zat pembangun asal nabati tidak sebaik nilai cerna zat pembangun asal hewani.

      Sebagai kesimpulan, untuk mencapai masukan gizi yang lengkap dan seimbang, kita perlu mengkonsumsi aneka ragam jenis bahan makanan. Ingat, mengkonsumsi hanya satu jenis makanan dalam jangka waktu relatif lama, dapat menderita berbagai penyakit kekurangan zat gizi atau gangguan kesehatan.
      Oleh karena itu, setiap individu seyogyanya dapat memanfaatkan aneka ragam makanan yang tersedia di lingkungannya. Pantang makanan yang dapat merugikan kesehatan, seyogyanya dihindari, kecuali apabila ketentuan agama memang tegas-tegas melarang. Beberapa bahan makanan dapat ditukar sesuai dengan padanan bahan makanan di bawah ini.
GOLONGAN I
BAHAN MAKANAN SUMBER KARBOHIDRAT
      Bahan-bahan ini umumnya digunakan sebagai makanan pokok. Satu satuan penukar mengandung 175 kalori, 4 gram protein dan 40 gram karbohidrat.

Bahan
Makanan

URT
Berat
gram
Bihun kering
½
Gls
50
Biskuit marie
4
Bh
50
Bubur beras
2
Gls
400
Havermout
6
Sdm
50
Kentang
2
Bj sdg
200
Maezena *)
8
Sdm
40
Mie basah
11/2
Gls
200
Mie kering
1
Gls
50
Nasi
¾
Gls
100
Nasi jagung
¾
Gls
100
Nasi tim
1
Gls
200
Roti putih
4
Iris
80
Singkong *)
1
ptg sdg
100
Talas
1
Bj bsr
200
Tepung beras
8
Sdm
50
Tepung hungkue *)
8
Sdm
40
Tepung sagu
7
Sdm
40
Tepung singkong *)
8
Sdm
40
Tepung terigu
8
Sd,
50
Ubi
1
Bj sdg
150
Keterangan:
Bahan makanan yang ditandai *) kurang mengandung protein, sehingga perlu ditambah ½ satuan penukar bahan makanan sumber protein


GOLONGAN II
BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN HEWANI
Umumnya digunakan sebagai lauk: satu satuan penukar mengandung 95 kalori 10 gram protein dan 6 gram lemak.

Bahan
Makanan

URT
Berat
Gram
Babat
2
Ptg
60
Bakso daging
10
Bj kcl
100
Daging ayam
1
Ptg sdg
50
Daging sapi
1
Ptg sdg
50
Hati sapi
1
Ptg sdg
50
Ikan asin
1
Ptg kcl
25
Ikan segar
1
Ptg sdg
50
Ikan teri
2
Sdm
25
Keju
1
Ptg sdg
30
Telur ayam kampung
2
Btr
60
Telur ayam negri
1
Btr bsr
60
Telur bebek
1
Btr
60
Udang basah
¼
Gls
50
Telur puyuh
5
Btr kcl
60



GOLONGAN III
BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN NABATI
Umumnya digunakan sebagai lauk: satu satuan penukar mengandung 80 kalori 6 gram protein dan 3 gram lemak dan 8 karbohidrat.

Bahan
Makanan

URT
Berat
gram
Kacang ijo
Sdm
25
Kacang kedele
Sdm
25
Kacang merah
Sdm
25
Kacang tanah kupas
2
Sdm
20
Keju kacang tanah
2
Sdm
20
Kacang tolo
Sdm
25
Oncom
2
Ptg bsr
50
Tahu
1
Ptg bsr
100
Tempe
2
Ptg sdg
50









GOLONGAN IV
BUAH-BUAHAN

Merupakan sumber vitamin dan mineral terutama karotin, vitamin C, zat kapur, zat fospor. Hendaknya digunakan campuran dari daun-daunan seperti bayam, kangkung, daun singkong dengan kacang panjang, buncis, wortel, labu kuning, dsb. 100 gram sayuran campur adalah + 1 gelas (setelah dimasak dan ditiriskan), mengandung 50 kalori, 3 gram protein dan 10 gram karbohidrat.

Baligo Kacang kapri Kool
Bayam Kangkung Kucai
Biet Katuk Labu siam
Buncis Kecipir Labu waluh
Bunga kol Ketimun Lobak
Cabe ijo Daun kacang panjang Daun kecipir
Daun bawang Daun labu siam Daun lenca
Daun mangkokan Daun melinjo Daun pakis
Daun pepaya Daun singkong Daun talas
Daun ubi Daun waluh Jagung muda
Jantung pisang Jamur segar Kacang panjang
Oyong Pare Pecai
Pepaya muda Rebung Sawi
Slada Sledri Tauge
Tekokak Terong Tebu terubuk
Tomat Wortel



GOLONGAN V
BUAH-BUAHAN

Merupakan sumber vitamin terutama karoten, vitamin A, B6, C dan sumber mineral. Satu-satuan penukar, mengandung 40 kalori dan 10 gr karbohidrat.

Bahan
Makanan

URT
Berat
gram
Alpokat
½
bh bsr
50
Anggur
10
bj
75
Apel
½
bh sdg
75
Belimbing
1
bh bsr
125
Duku
10
bh
75
Durian
3
bj
50
Jambu air
2
bh sdg
100
Jambu biji
1
bh bsr
100
Jambu bol
1
bh kcl
75
Jeruk manis
2
bh sdg
100
Kedongdong
1
bh bsr
100
Manngga
½
bh sdg
50
Melon
1
ptg bsr
150
Nangka
3
bj
50
Nanas
1/6
bh sdg
75
Pepaya
1
ptg sdg
100
pisang ambon
1
bh sdg
50
pisang susu
1
bh sdg
50
Rambutan
8
bh
75
Salak
1
bh bsr
75
Sawo
1
bh sdg
50
Semangka
1
ptg bsr
150
Sirsak
1
ptg sdg
75

GOLONGAN VI
SUSU

Merupakan sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin (terutama vitamin A dan niacin), serta mineral (zat kapur dan fasfor). Satu-satuan penukar mengandung 130 kalori, 7 gr protein, 7 gr lemak dan 9 gr karbohidrat.

Bahan
Makanan

URT
Berat
Gram
Joghurt
1
Gls
200
Susu kambing
¾
Gls
150
Susu kental tak manis
½
Gls
100
Susu kerbau
½
Gls
100
Susu sapi
1
Gls
200
Tepung sari kedele
4
Sdm
25
Tepung susu skim *)
4
Sdm
20
Tepung susu whole
5
Sdm
25

*) Untuk melengkapi lemaknya,perlu ditambah 1½ satuan penukar minyak.




GOLONGAN VII
MINYAK

Bahan makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari lemak. Satu-satuan penukar mengandung 45 kalori dan 5 gr lemak.

Bahan
Makanan

URT
Berat
Gram
Margarin
½
Sdm
5
Mentega
½
Sdm
5
Minyak kepala
½
Sdm
5
Minyak kacang kedele/
½
Sdm
5
Jagung





Kelapa
1
Ptg kcl
60
Kelapa parut
5
Sdm
30
Lemak sapi
1
Ptg kcl
5
Santan
½
Gls
50

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)

Pengetahuan masyarakat tentang pemilihan makanan yang baik untuk mencapai hidup yang sehat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ekonomi, sosial, budaya, kondisi kesehatan dan lain sebagainya.

Pendidikan gizi merupakan salah satu unsur yang terkait dalam meningkatkan status gizi masyarakat jangka panjang. Melalui sosialisasi dan penyampaian pesan-pesan gizi yang praktis akan membentuk suatu keseimbangan bangsa antara gaya hidup dengan pola konsumsi masyarakat. Pengembangan pedoman gizi seimbang baik untuk petugas maupun masyarakat adalah salah satu strategi dalam mencapai perubahan pola konsumsi makanan yang ada di masyarakat dengan tujuan akhir yaitu tercapainya status gizi masyarakat yang lebih baik.

Setiap keluarga mempunyai masalah gizi yang berbeda-beda tergantung pada tingkat sosial ekonominya. Pada keluarga yang kaya dan tinggal diperkotaan, masalah gizi yang sering dihadapi adalah masalah kelebihan gizi yang disebut gizi lebih. Anggota keluarga ini mempunyai risiko tinggi untuk mudah menjadi gemuk dan rawan terhadap penyakit jantung, darah tinggi, diabetes dan kanker.

Pada keluarga dengan tingkat sosial ekonominya rendah atau sering disebut keluarga miskin, umumnya sering menghadapi masalah kekurangan gizi yang disebut gizi kurang. Risiko penyakit yang mengancamnya adalah penyakit infeksi terutama diare dan infeksi saluran pernafasan atas (SPA), rendahnya tingkat intelektual dan produktifitas kerja.

Apabila ke dua masalah gizi tersebut dalam jumlah yang besar, akan menjadi masalah masyarakat dan selanjutnya menjadi masalah bangsa. Masyarakat yang terdiri dari keluarga yang menyandang masalah gizi, akan menyandang masalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas rendah. Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan tantangan berat dalam menghadapi persaingan bebas di era globalisasi. Untuk mencapai sasaran global dan perkembangan gizi masyarakat, perlu meningkatkan daya dangkal dan daya juang pembangunan kesehatan yang merupakan modal utama pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tujuan khusus program pangan dan gizi dalam mencapai Indonesia sehat 2010 antara lain : (a) meningkatnya ketersediaan komoditas pangan pokok dengan jumlah yang cukup, kualitas yang memadai dan tersedia sepanjang waktu memalui peningkatan produksi dan penganeka ragaman serta pengembangan produksi olahan, (b) meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memantapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga, (c) meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih, (d) meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi untuk mencapai hidup sehat.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang, pada tahun 1992 telah diselenggarakan konggres gizi internasional di Roma yang membahas tentang pentingnya gizi seimbang sebagai upaya untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang handal. Salah satu rekomendasi penting dari konggres itu adalah anjuran kepada setiap negara agar menyusun pedoman umum gizi seimbang (PUGS). Di Indonesia pernah diperkenalkan pedoman 4 sehat 5 sempurna padatahun 1950 dan sampai sekarang pedoman ini masih dikenal oleh sebagian anak sekolah dasar. Slogan 4 sehat 5 sempurna saat itu sebenarnya adalah merupakan bentuk implementasi PUGS.

Dalam pedoman umum gizi seimbang terdapat 12 (dua belas) pesan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) makanlah aneka ragam makanan, (2) makanlah makanan yang memenuhi kecukupan energi, (3) pilihlah makanan berkadar lemak sedang dan rendah lemak jenuh, (4) gunakan garam beryodium, (5) makanlah makanan sumber zat besi, (6) berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya, (7) biasakan makan pagi (8) minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya, (9) lakukan aktifitas fisik secara teratur, (10) hidari minumanyang berakohol, (11) makanlah makanan yang aman bagi kesehatan, (12) bacalah label pada makanan yang dikemas.

Sabtu, 05 Maret 2011

Perawatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi
Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya, dan didukung oleh gusi yang kencang dan berwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut yang sehat ini tidak tercium bau tak sedap. Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan perawatan yang tepat. Namun, oleh karena berbagai faktor (terutama faktor biaya misalnya), kesehatan gigi seringkali tidak menjadi prioritas. Kita hanya pergi ke dokter gigi kalau keadaan gigi sudah parah dan rasa sakit tidak tertahankan lagi.
Padahal, gigi yang sudah dalam keadaan terinfeksi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Selain itu, gigi yang tidak terawat juga menyebabkan napas tidak segar yang ujung-ujungnya bisa menghambat pergaulan. 


Kesehatan Mulut
Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan tetap melekat pada gigi kita dan akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket, dan tidak berwarna. 


Awalnya adalah plak
Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Selain itu plak ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang pendukungnya. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menempel pada plak di atas permukaan gigi dan di atas garis gusi. Kuman-kuman pada plak menghasilkan racun yang merangsang gusi sehingga terjadi radang gusi, dan gusi menjadi mudah berdarah.
Bila dibiarkan, keadaan ini dapat menjadi lebih buruk dengan bergeraknya gusi dari perlekatannya dengan gigi, sehingga mempengaruhi tulang pendukung dan ligamen (jaringan pengikat) sekitarnya dan menyebabkan tanggalnya gigi.



Cara perawatan gigi dan mulut
Berikut adalah beberapa cara dalam merawat kebersihan gigi dan mulut:
  1. Sikat gigi teratur minimal 2 kali sehari (sesudah sarapan dan sebelum tidur malam).
  2. Pembersihan dengan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.
  3. Pemeriksaan rutin setiap minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi. Selain itu kita melakukan kontrol gigi (dental check up).
  4. Berhenti merokok, mengurangi konsumsi gula, kopi dan alkohol, makanan berbumbu dan makanan berbau (seperti pete atau jengkol), serta minum banyak air putih akan membantu merawat gigi.
  5. Segeralah ke dokter gigi apabila terdapat keluhan sakit pada gigi atau mulut Anda.
  6. Untuk perawatan gigi anak sebaiknya dmulai dari bayi baru lahir dan seterusnya. Yang terpenting adalah memotivasi anak untuk hidup sehat dan bersih serta jangan menjadikan dokter gigi sebagai momok yang menakutkan.
  7. Soal waktu makan juga mempengaruhi. Maksudnya, jarak waktu antara makan yang satu dengan waktu makan yang lain, tanpa melakukan sikat gigi atau kumur. Jika terlalu dekat, kondisi mulut cenderung lebih asam. Dalam kondisi asam, bakteri gampang tumbuh.
  8. Fluroridasi (pemberian flour). Tindakan pencegahan yang kini cukup populer adalah pemberian suplemen fluor. Fluor bisa diberikan dalam bentuk air minum, cairan tetes, tablet, obat kumur, dan pasta gigi. Bisa juga diberikan di tempat praktek dokter berupa larutan/gel yang diaplikasikan pada gigi, yang disebut topical fluoridasi.
  9. Mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan.
Senyum menarik, dengan gigi utuh yang sehat dan putih, tak mungkin didapat tanpa usaha. Coba lakukan cara-cara di atas dan nikmati mulut dan gigi yang sehat serta bersiap untuk tersenyum dengan penuh percaya diri. 

Pelayanan Kesehatan Haji

Aspek yang perlu mendapat perhatian bagi Calon Jemaah Haji adalah pelayanan kesehatan, yakni berupa pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan kesehatan haji agar tetap dalam keadaan sehat selama manjalankan haji dan sekembalinya ke tanah air. Periksaan dan pembinaan kesehatan jamaah haji telah dimulai sejak dini melalui puskesmas, dinas kesehatan kabupaten /kota daerah. Dengan melibatkan seluruh unsur petugas kesehatan daerah. Dengan mengetahui kondisi kesehatan calon haji sejak dini, maka pembinaan kesehatan dapat diarahkan untuk mengurangi atau menghilangkan penyakit yang dideritanya sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat dilakukan tanpa kendala dikarenakan penyakit.
Pemeriksaan kesehatan bagi calon haji selama di tanah air dilakukan dalam tiga tahap, yaitu :
Pertama, pemeriksaan di puskesmas sebagai tindakan selektif terhadap calon haji yang memenuhi salah satu persyaratan istitho'ah, yakni sehat lahir dan batin, yang dilakukan setelah pendaftaran haji dimulai dan sebagai syarat untuk dapat mendaftarkan diri;
Kedua, pemeriksaan di Dinas Kesehatan daerah dilakukan secara lebih teliti dengan tenaga periksa dan fasilitas yang lebih baik dan serta merupakan penentuan akhir layak atau tidaknya calon haji berangkat ke Arab Saudi. Dalam tahap ini juga dilakukan tes kehamilan, vaksinasi meningitis meningokokus, pembinaan dan penyuluhan kesehatan, pelayanan rujukan dan pengamatan penyakit;
Ketiga, pemeriksaan di embarkasi dilakukan secara selektif, termasuk kelengkapan dokumen kesehatan haji.

Pembinaan kesehatan calon haji di lakukan secara terus-menerus sejak terdaftar sampai saat keberagkatan, yang meliputi kesehatan umum, gizi Keluarga Berencana dan menstruasi yang dikaitkan dengan ibadah haji' kesamaptaan dan aklimatisasi, sehingga calon haji dapat melakukan seluruh rangkaian perjalanan ibadah haji dengan kesehatan yang optimal.
Penyediaan obat-obatan ini disesuaikan dengan pola dan jenis penyakit, serap-pakai, kondisi risiko tingga, dengan mengutamakan obat-obatan produksi dalam negeri (obat generik).

Posyandu Lansia

Ponyandu lansia  merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut. Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas.

Sasaran
Sasaran Posyandu Lansia adalah:
1. Sasaran langsung:
  • Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun) 
  • Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
  • Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)

2. Sasan tidak langsung
  • Keluarga tempat usia lanjut berada
  • Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut
  • Masyarakat luas

TujuanMeningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksitensinya dalam strata kemasyarakatan
Sedang bagi lansia sendiri, kesadaran akan pentingnya bagi dirinya, keluarga dan masyarakat luas agar selama mungkin tetap mandiri dan berdaya guna.

Jenis Pelayanan
Pelayanan kesehatan di posyandu lansia meliputi: kesehatan fisik dan mental emosional. Dengan menggunakan KMS, mencatat dan memantau kondisi kesehatan, mengetahui lebih awal penyakit atau ancaman/masalah kesehatan yang dihadapi dan perkembangannya.
  • Pemeriksaan aktivitas harian (activity of daily living), meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan-minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air kecil dan besar.
  • Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional, dengan menggunakan pedoman metode 2 menit ( bisa dilihat KMS usia lanjut)
  • Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indek massa tubuh
  • Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
  • Pemeriksaan hemoglobin menggunakan Talquist, Sahli, atau Cuprisulfat 
  • Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adannya penyakit gula.
  • Pemeriksaan protein dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
  • Pelaksaan rujukan ke puskemas bila mana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan pada nomor 1 hingga 7.
  • Penyuluhan bisa dilakukan didalam atau diluar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan atau kelompok usia lanjut.
  • Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi kelompok usia lanjut yang tidak datang, dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat.

Selamat Datang di Kelas Ibu Hamil

Tentang Kami

Jl Mangkusari No.4 Kutosari, Kec. Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah, INDONESIA

Pengikut